Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Sepak Bola Penebar Cinta

Gambar
Gambar diambil dari Okezone Saya bukan penggemar sepak bola dan tidak mengenal para pemain top yang merumput di dunia. Awal menikah saya sering “berantem” dengan suami gegara dia hobi melihat pertandingan bola dan teriak gak keruan setiap menontonnya. Padahal hari biasa suami cenderung pendiam dan saya yang hobi teriak. hihihi. Pernah sesekali disuruh menemani suami biar saya bisa turut mencintai bola. Namun, bukannya membuat suami bahagia bisa menularkan hobinya, justru menjadi “marah”. Penyebabnya sangaaat sepele, karena belum ada 5 menit setelah menyiapkan cemilan dan kopi, suami ngajak ngobrol kok tidak ada respon. Setelah menengok ternyata saya udah ngorok di sofa. hehehe. Sejak saat itu hatiku tak mampu… eh.. sejak saat itu saya tidak diwajibkan menemani suami nonton bola lagi. Yaaa saya merasa menjadi “istri gagal” karena tidak bisa masuk ke hobi suami meskipun hanya sekedar menemani menonton.  Setelah melihat wawancara seseorang dengan Prof BJ Habibie yang jenius, saya meras

Sekelumit tentang Utang Menebar Debar

Gambar
  gambar diambil dari GGWp.id Beberapa kali saya membaca status teman bagaimana dia menagih uang yang dipinjam dengan cara santun, menyindir bahkan ada kata makian yang   menyesakkan dada.   Saya (Alhamdulillah bukan sok yes yaaa J ) tidak punya “sangkutan” dengan dia aja merasa berdebar – debar membacanya. Apalagi teman yang lagi ditagih ya? Atau jejangan mungkin dia malah tenang, aman dan damai aja karena udah memblokir nomor teman yang meminjaminya.   hahahaha. Membahas tentang utang   memang ngeri - ngeri sedap.   Dengan berutang ada beberapa orang yang pintar mengelola keuangan, dia dapat menambah pundi - pundi kekayaaan. Mampu memiliki barang yang diidamkan sejak lama. Ada juga yang berutang karena memang kepepet, sudah tidak mempunyai dana untuk keberlangsungan hidupnya. Tapi rerata orang tipe ini akan lebih banyak diam dan jarang mengajukan utang bila memang sangat tidak mendesak untuk keperluan pendidikan atau kebutuhan susu untuk balita, atau kebutuhan makan harian untuk an