Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

(Upaya) Meraih Kebahagian Hingga Lanjut Usia

Gambar
  Beberapa hari lalu tak sengaja saya melihat tayangan video di sosial media bagaimana seorang kakek mendapat perlakuan kasar dari seorang wanita muda (entah menantu entah anak perempuan) yang sangat tidak etis. Seketika air mataku mengalir deras, tetiba terbayang dimataku bagaimana perlakuan saya terhadap Bapak dan makne Rahimahullah dengan biasa saja, sekadar menjalankan kewajiban saja selaku anak atas nama kesibukan masing –masing. Penyesalan selalu datang belakangan. Setelah orang tua berpulang ke hadiratNya, baru   menyadari mengapa hanya seperti itu saja yang kami haturkan kepada orang tua. Hiks.. Semoga orang tua yang telah mendahului kita, perjuangan beliau mendapatkan balasan yang indah dari Allah melebihi dari yang beliau berikan kepada kita semua. Aamiin. Kembali ke tayangan video tersebut, Saya tak bisa membayangkan bagaimana perihnya hati si kakek diperlakukan dengan kasar dan tak beradab. Terlihat beliau mengusap mata dan berusaha mengelus pipi. Saya hakul yakin beliau

Anomali Rasa

Gambar
Berbaur bagai seonggok sampah Kotor, hina tak berharga Buat apa berpolah kebajikan Tapi otak masih (saja) jalang Jelas tergambar nyata Bahwa kelakuan jalang terpampang Meski berkedok kelembutan Terasa men g oyak ketentraman Ampuni... ampuni   jiwa lemah Yang masih berbinar Melihat kefanaan Nurani berkata segan Tapi fakta berbicara melawan Di dada terhimpit sakit Mem baca pesan tersembunyi ditujukan untuk sang lancang dari perempuan yang terluka hati

Horeeee… Wajah (Jelekku) Menarik Hati!

Gambar
  Diriku pernah membaca sebuah artikel sederhana yang membuat girang alang kepalang.  Kenapa? Karena artikel itu “menyanjungku" dengan sepenuh hati. Dwi si penulis artikel di Merdeka.online mengatakan banyak orang berlomba tampil cantik atau ganteng agar wajahnya menarik perhatian. Segala cara bisa ditempuhnya. Mulai dari perawatan sederhana, sampai mengeluarkan berjuta-juta rupiah untuk menempelkan krim (beracun) di wajahnya, suntik botox, tarik kulit agar kencang sampai operasi kantung mata agar kerlingan kembali cerah ceria. Namun hasil dari penelitian ternyata ada juga kelebihan yang dimiliki oleh orang berwajah jelek seperti diriku (itulah sanjungan terindah untukku). Pantesa ajaaa, saat reuni di segala angkatan (dari angkatan Taman Kanak sampai Kuliah) banyak sekali yang tidak melupakan diriku. Mereka pasti masih mengingat dengan jelas siapa diriku ini (bukan sok terkenal lhoo). Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Jena, Jerman, mengungkapkan bah

Sekeping Hati yang Tertinggal

  Aku tengah sibuk merapikan lembaran kertas yang berserakan di meja kerja saat si Devi karyawan baru bilang : “ Mbak, ada tamu.” Ah.. pasti si Joko, kemarin dia janji mau menyetorkan hasil olahan data untuk melengkapi laporan yang tertunda. Segera kulongok pintu dan mengedarkan pandangan di sekitar teras kantor. Tak kutemukan Joko di sana. Aku berpaling ke Devi dan bertanya : “Mana si Joko Dev, aku lagi deadline nihh!! Entar kena semprot pak Bos lagi”. “Tadi ada di depan kok mbak, nyari mbak Vina” : tukas Devi. Kesal kubalikkan badan. Tak kutemukan sosok Joko diantara kerumunan orang yang datang ke kantor pagi ini. Dengan agak tergopoh kupencet nomor telepon untuk memastikan di mana posisinya. Setelah tersambung, kutempelkan handphone di telinga sembari mataku menari - nari mencari sosoknya. Di seberang kudengar suara: “ Halo mbak, ada apaaaa? Sesuai janji jam dua aku setor datanya yaaa!” Belum sempat mulutku mendamprat Joko, aku tertegun. Mataku bersirobok dengan kerl

(Haiku) Akhir Ramadhan

Gambar
diambil dari Pixbay.com Berdetak jantung Ramadhan di penghujung Buka selubung Tengadah asa Mengetuk pintu surga Merapal doa Raya mendekat Impikan peluk hangat Dan jabat erat Karna corona Hanya berikan jura Menjala cinta. Minal aidin Maafkan lahir batin Atas alpa kemarin. LerengSusi, 30Ramadhan1441 H/23Mei2020

Bukan Corona Yang Salah

  Janganlah keluar rumah dulu Jika kaupun tak ingin menyesal Gegara virus corona yang melanda Karna itu sungguh mematikan Bukan maksudku menitahimu Tak mudah untuk mengobatinya Jika kau terkena virus corona Maka tolong di rumah saja Tahan tahan saja dirimu dulu Tak usah engkau keluar melulu Meski berat terasa hatiku Tak rela engkau terluka Beri corona sedikit waktu Melebur bersama semesta membiru Mari kita kuatkan bersama Dirumah saja. By Ale.  Aufaro Wiradzkia Lereng SuSi.3 April2020. # diRumahAja # Waktu  yg salah mode on @Fiersa Besari

Nur Izzati bumikan Corona

Mensyukuri nikmat Illahi Hirup udara di bumi pertiwi. Mentari senantiasa sinari. Renik tak mampu beraksi. Kandas dihempas cahaya Izzati. Mari kita ikuti ajakan berdiam diri, Tak perlu diskusi atau beralibi Sejatinya Rabbi sedang menguji Atas keserakahan manusia tak bertepi Semesta tengah berdimensi Bumi sejenak menepi Menggemakan tasbih tak terhenti Yakini Allah segera kirim pelangi Pada bumi nusantara ini LerengSusi.Rabu8April2020

Si Renik Merajelela

Si mungil bergerak dalam sunyi.   Makhluk renik terus menyebar dan bermutasi. Tak peduli siapa yang dihadapi. Nekat menyerang manusia    tanpa alibi. Dia terus berkelindan. Tampakkan jati diri tunjukkan keperkasaan. Sekali berulah, manusia tak mampu melawan. Seketika tubuh merenta tiada ampunan Kehadirannya pada semesta menuai kisah. Membuat dunia terperangah. Terpumpun dalam pasrah. Butuh kolaborasi untuk   satukan langkah Kami, para insan hanya bisa diam. Diam dan terus terdiam. Bertemu pun tak lagi berjabat tangan. Bukan karena enggan. Cukup berkirim uluk salam. Kami berupaya melawan serangan.   Hanya dengan berdiam, Mampu kalahkan si renik tak lagi berlaku kejam Kau tahu, ini salah siapa? Salah corona yang terus mencari mangsa? TIDAK!!!!   Kita manusia telah hilang peka. Si renik hanya berkelana . Alunkan tasbih ikuti sabda alam sepenuh jiwa Bersebab keserakahan manusia. Tak lagi bersahabat pada alam semesta. Dik

Berkenalan Dengan ODHA Mengajariku Memaknai Hidup

Gambar
Mengawali kisah di tahun 2020, saya berkesempatan mengenal lebih dekat seorang penyintas ODHA di Temanggung. Dia terpaksa hidup dengan HIV karena menjadi korban  Perdagangan manusia di Malaysia.  Saya tidak ingin bercerita tentang haru birunya perjalanan kisah hidupnya. Ibu manis berputra dua ini mempunyai panggilan kesayangan  Memey . Saya bersyukur mengenal sosok yang sudah terkenal seantero jagat, karena keberanian dia membuka diri sebagai orang dengan  AIDS. Kedekatan kami juga tanpa sengaja. Hanya karena pada suatu pagi yang cerah mbak Mey tengah sibuk mengkoordinasikan transportasi bagi teman - teman dengan HIV di Temanggung untuk mengikuti program pemeriksaan  Viral Load ( pemeriksaan jumlah virus HIV yang ada di tubuh penderita) ke RSP Kariadi Semarang dan karena keremponganlah bila sebelumnya saya hanya mengenal nama, sekarang bisa mengenal lebih dekat perempuan hebat dan  Smile Plus  Temanggungnya. foto by mbakMey Smile plus merupakan jaringan advokasi bagi o

Nusantara Nestapa

Aku bersedu sedan atas polah kalian. Masih saja bertikai atas beda pandangan Berdamailah hati, saling berpegang tangan Menjaga nusantara pada titian. Mari kita luruhkan ego diri Bersilat kata seolah telah berjasa Hanya berkelana pada kotak dimensi Sejatinya berjiwa rengsa belaka Kembali kita memeluk ibu pertiwi Tunjukkan kita ksatria pualam Tak perlu tampakkan selebrasi Biarlah kebaikan bermesraan dengan alam Selamat berjuang para penjaga negri. Jaga bumi pertiwi dari musuh berimaji Atas dash line nine lampaui batas negri Hanya mampu memelukmu dari bait doa kami Anak negri mampu jaga NKRI harga mati. Mendung pagi di Lereng SuSi.08012020