Putiba: Cawan Berharga
IdaMoerid Darmanto
Pada persamuhan kali ini
kuhilangkan segala ngeri
gelagat geliat tarian
erotis
perebutan cawan eksotis
Kuhamburkan mantra pada
langit biru
semoga cawan berharga
itu
tidak jatuh pada tangan yang sibuk
memburu kepentingan
periuk
Dalam cawan belenggu tahta
terbaring sejumput asa
menggenapkan tengara
utopia
mereka yang terempas dan
papa
lerengSusi, 30 Oktober 25
Komentar
Posting Komentar